Movie Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Yo, I’m back.. Abis nonton film pamungkas dari trilogi Maze Runner yang sub judulnya The Death Cure. Di film ketiga ini, banyak hal yang akhirnya terungkap dan cukup bikin rasa penasaran kita hilang. Berikut gue kasih review singkat berdasarkan hasil tontonan gue:

original-3
Tiket nya kakak…
  1. Personally, gue merasa third installment ini kurang grandeur secara keseluruhan. CGI wise, iyes bagus ngets, tapi klo dilihat dan dinikmati secara menyeluruh, kurang bikin dag dig dug.. macam flat gitu jalan ceritanya. Yang bikin naik cuman pas detik detik terakhir aja, before that menurut gue agak flat untuk film dengan durasi lebih dari 120 menit.
  2. Banyak hal yang cukup gak terduga muncul disini. Pas liat trailernya pasti ngebayangin ini itu, tapi once filmnya dimulai, ternyata whole movie lebih enak dinikmati.
  3. Pernah tau kan kenapa film ini delay? Iya karena si lead actornya, Dylan O’Brien, kan cidera selama proses pengambilan gambar. Dan mungkin ini juga yang bikin ada sedikit kurang hype buat gue pas nonton.. Seems too long to wait the final chapter. Tapi yaa namanya juga kecelakaan yaa, dengan hasil yang kaya gini sih buat gue udah more than OK.
  4. Gue gatel mau nulis ini sejak keluar dari bioskop: MINHO GENDUTAN YAA SEKARANG. Padahal kan cerita terakhir di seri kedua itu doi ketangkep sama WCKD, tapi kok gendutan? Mungkin kita harus think positive, selama ditangkep tetep dapet makanan 4 sehat 5 sempurna.
  5. Oh iya, buat yang pengen nonton di IMAX, mungkin gue saranin untuk berpikir ulang. Based on informasi dari IMAX sendiri, memang kalo kalian nonton di bioskop dengan layar besar macam IMAX, kalian akan mendapatkan tambahan 26% dari scene (aduh gue bingung bilangnya, intinya jadi lebih banyak bagian yang terlihat). Tapi karena IMAX nya 2D, jadi saran gue sih mending nonton di bioskop yang screennya bagus aja, macam di Epicentrum atau lainnya. Etapi klo tetep pengen nonton di IMAX, boleh lho, cuma aku sih sayang aja sama wangnya wkwkwkw.
  6. Another one, please jauhkan diri dan imaginasi anda dari novel nya pas nonton film ini. Karena ini gak kaya Harry Potter yang cukup in line sama versi buku. Aku tak ingin menghancurkan rasa penasaran kalian, jadi cukup bilang segini aja.

xr3bawpqj9601

Okeh, cukup sekian ulasan gue. Overall, film ini masih layak dinikmati meski gak se grandeur harapan saya sebagai film penutup.

Sekian dan terima kembalian receh.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s