Just i Luck?!

Disclaimer: Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan film “Just My Luck” yang dibintangi oleh Lindsay Lohan. Semua hanya cerita yang didapat dari pengalaman hidup dan lingkungan sekitar penulis. Kalau ada cerita yang sama, itu tandanya masih ada kebetulan dan keberuntungan di dunia ini.

luck (n) 1. The chance happening of fortunate or adverse events; fortune. 2. Good fortune or prosperity; success. 3. One’s personal fate or lot.

Many people believe that success is always happen after you work very smart and hard. But, I guess gue gak menjadi salah satu yang terlalu percaya akan hal itu.

Dalam setiap kesempatan dan pekerjaan yang gue lalui, I always add these two words: “Luck” and “fortune” after “work smart and hard”.

Gue memang bukanlah orang yang agamis sejati, tapi I have faith that sekeras apapun, sepintar apapun, secanggih apapun kerjaan yang lo lakuin, kalau memang bukan rejeki dan juga “kun fayakun” dari Tuhan pasti berantakan.

People may do their best efforts, but people can not decide what this living world will do to them. Once lo terlalu sering berfikir logis, pada akhirnya lo akan dihadapi pada suatu kondisi yang benar-benar gak masuk akal. Sebagai contoh, pada waktu tsunami di Aceh dan beberapa negara di Asia Tenggara n Selatan lainnya pada tahun 2006 lalu, gue yakin sebelumnya pasti banyak yang merasa bangunan yang dibuatnya itu udah kokoh. Tapi, lihatlah bahwa sebagian besar yang mampu bertahan dari bencana itu adalah rumah ibadah kan??!! Was it a proof of your hardwork or was it just a luck from God??

Selama beberapa kali keliling2, gue pun merasa hal itu terjadi sama gue dan sekeliling gue.. Banyak temen2 gue yang kayanya usahaa banget bisa keliling kesana kemari, tapi malah berujung stuck di satu tempat yang sama. Kadang gue pun begitu, but because I’m such a “happy-go-lucky” type of person, I always try to enjoy it all. Once I feel that I don’t belong, I look at surrounding me and the I talk to myself “can I be better if I keep stayin or should I go?” And let my inner peace replied and guide my way.

Then what if people keep saying that there’s no such “luck” in this world?? I don’t blame them. I just want to tell them that they are not having a “balance life”

In my understanding, “balance life” is a life where you know your position as a human that control your own world and as a marionette that controlled by something else called God. Mmm, kayanya understanding gue itu terlalu agamis. Let me revise.

In my understanding, “balance life”itu saat lo bisa menyeimbangkan kemampuan logis lo dengan kemampuan abstrak atau gampangnya “non-logis”. Saat lo bisa menjawab 11 dari 10 pertanyaan yang dilontarkan pada soal SNAMPTN/SPMB/UMPTN, belom tentu juga kalo lau bisa langsung jadi mahasiswa di Harvard. Kenapa gitu? Anggeplah hal sebelumnya beneran terjadi, tapi tiba-tiba saat lo lagi ngumpulin lembar jawaban komputer, eh ada setitik nila yang terdapat di lembar jawaban lo itu. Hasilnya apa? Lo gak lulus, tapi temen lo yang bisa jawab 9 dari 10 pertanyaan malah diterima. Hal itu namanya apa kalau bukan “beruntung” dan “rejekinya” temen lo.

Memang hidup ini gak akan ketahuan kapan kita untung dan kapan kita buntung. Tapi buat gue, gue jalanin hidup dengan “happy-go-lucky”. Gue tetep berusaha sekuat tenaga tapi tetap percaya bahwa sekeras apapun usaha gue, kalau itu memang udah rejekinya buat gue, pasti gak kemana. So, bagaimana cara lo menjalani hidup?

#katakiko

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s