Interview With The Vampire…

Don’t be afraid, I’m not going to tell you about the movie or even about the stars. I just pick up its first word: Interview.

Ada seorang temen gue yang selalu curhat kalo misalnya dia lagi ujian, nyari kerja bahkan pas dia jadi nominator pegawai teladan, he told me that he don’t like the word ‘interview’ and suddenly I’m shock!!

Interview buat gue adalah hal yang paling menyenangkan dari semua tahap ujian. Gue malah anti sama yang namanya pauli test, soal itungan tanpa bantuan kalkulator atau yang lainnya, simply because itu bikin capek otak gue hahaha.. Dan akhirnya gue menuju pada satu kesimpulan atas pernyataan: gue seneng diinterview but my friend is not.

Banyak yang mengira kalo gue lebih suka interview daripada test lainnya karena gue bawel dan seneng cerita, nyatanya gak juga lho. Kalo lagi ngobrol santai, gue lebih pendiam dan lebih banyak dengerin cerita dari temen-temen gue dan vice versa. Pun kalo gue bawel etcetera, belum tentu juga kan gue bisa jago kalo diinterview orang lain.

Nah, melalui tulisan ini, gue mau coba-coba ngasih tips supaya temen gue dan juga mungkin pembaca lainnya bisa pede kalo lagi interview.

1. Kuasai bahan pembicaraan.
Sebelum mulai ngomong, pastiin lo tau apa yang sedang dibicarain sama lawan bicara. Gak harus jadi Einstein yang bisa jawab semua pertanyaan, jadi orang yang cukup tahu pun sudah baik, karena tandanya lo tau apa topiknya, dan toh gak harus detil juga, kan lo bukan ahlinya 🙂

2. Gesture, khususnya tatapan mata.
Klo lagi ngomong, badannya jangan pake sikap sempurna kaya paskibra atau abri. Sedikit gerakan malah akan membuat lo tampak lebih santai dan soulful. Sebagai pelengkap, jangan lupa untuk menatap mata interviewer. Natapnya biasa aja, gak perlu pakai tatapan Suzanna apalagi tatapan Nyi Blorong. Just a sight at once or twice toward the interviewer. Hal itu bikin orang merasa kalau mereka diperhatikan.

3. Bawel boleh asal..
Kadang jadi orang bawel itu jadi nilai plus, karna lo bisa ngomong tanpa ada paksaan, tapi bisa juga jadi surplus alias lebay kalo lo mulai ngomongnya ngalor ngidul. Jawab aja pertanyaan interviewer dengan bahasa yang lugas dan gak berbelit. Dan terakhir, jangan ngebokis alias boong pas ngejawab.. Somehow interviewernya bisa tau mana yang boong dan mana yang bener.

4. Practice makes perfect!
Sering-sering latihan aja.. Percuma kalo udah tau bahan pembicaraan, bisa goyang goyang dan bawel, eh berakhir dengan rasa grogi pas mau wawancara. Latihan paling gampang itu sama temen mu yang bawel atau yang pendiam. Ajak mereka buat bikin pertanyaan interaktif berdua, dan kalau pembicaraannya gak menjauh dari topik, tandanya ada kemajuan!

Sekian aja tips interview dari gue. Tips ini merupakan gabungan dari pemikiran dan pengalaman gue serta hasil adaptasi dari berbagai buku/artikel yang pernah gue baca sebelumnya. Moga-moga tips ini bisa ngebantu temen gue yang sampe sekarang masih grogian pas interview dan juga temen2 yang jadi blog walker dan gak sengaja melangkah di blog ane..

Ciao!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s