Hitam.

Putih.. Warna yang selalu Aku katakan saat aku butuh ketenangan. Membalikkan semua ingatan dalam membran sel otak yang kelam dan terhalang oleh cahaya tanpa sinar.

Putih.. Kilatan cahaya yang dinikmati oleh gelapnya mata. Mata yang terbuka hanya menambah kegelapan dalam hati. Menikmati naik dan turunnya rasa hati.

Putih.. Hati, oh bukan hati, tetapi akal yang ditiupkan ke dalam tubuhku dalam bentuk ruh yang memiliki jalan pikirannya sendiri. Bersih belum ada debu yang bersedia menempel. Terlalu licin dan tak ingin membuatnya berubah menjadi kelabu.

Putih.. Diselimuti emosi, bukti dan debu. Menjadi, hitam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s